Senin, 29 Januari 2018

A new beginning for beginner

*Bersih-bersih sawang yang mulai menuhin blog* :D

Setelah hampir setaun udah ga pernah nulis dan ngisi lagi, mumpung lagi ada mood dan sedikit cerita, jadi pengen menuangkan kembali unek-unek, pikiran dan sebangsanya.

Well, yang belum tau, Alhamdulillah status aku sudah berubah lhoo.... sekarang statusnya sudah meningkat menjadi istri orang. Jika Allah mengijinkan, sebentar lagi akan naik menjadi seorang ibu *AMMMIIINNN*.

As a beginner, a new comer in this world, banyak hal-hal yang baru buat aku. Hal yang belum pernah sama sekali ada dipikiranku. Banyak hal ternyata yang bisa membuat aku shock, kaget, tercenung, merenung, happy, sad dan lain sebagainya dalam satu waktu. Setiap hal yang baru akan menimbulkan respon yang berbeda. Begitulah prosesnya...

Aku. Sekarang menjadi seorang istri. Housewife. Ibu rumah tangga. Dari seorang laki-laki yang tidak pernah terlintas bahwa aku akan menikah dengannya. Laki-laki yang baru aku temui beberapa kali. Laki-laki yang baru aku kenal. Laki-laki yang...... ANEH.

Kita punya banyak sekali perbedaan. Tentang ini dan itu. Tentang sana dan sini. Tentang apapun. Kita berbeda. Sangat berbeda. Dan kita tidak pernah memikirkan segala perbedaan itu untuk tetap bersatu. Namun ternyata, menyatukan 'yang berbeda' itu tidak mudah. Hahaa!

Kita benar-benar seperti berada dalam sebuah perjalanan panjang. Dimana ke-ego-an kita mulai harus dipupus. Dimana waktu kita bukan lagi sepenuhnya milik kita. Dimana lisan kita tidak lagi semata-mata mengikuti keinginan kita. Dimana bisa jadi kita bukan lagi kita.

Aku banyak belajar dari ini semua. Sebuah rumah tangga yang baru saja aku bangun bersama suami tercinta. Menempati sebuah rumah kontrakan yang jauh dari orangtua. Ikut bersama suami menuju kota tempat ia hidup selama ini dan meninggalkan yang aku jalani di kota-ku.

Bingung? Jelas!!
Kaget? Iya!!
Sedih? Ada!
Bahagia? Hooh!!
Tertantang? Banget!!
Stress? Iyes!!

Campur-campur bin macem-macem laahhh.... :D

Tapi, semua bisa aku lewati secara perlahan-lahan dengan didampingi suami tercinta. Suami yang aneh. Suami yang asik. Suami yang eeeuuurrggg banget!!

So, a new beginning for beginner musti banyak sabar, banyak belajar dan pandai-pandai lah membaca emosi, membaca keadaan, dan melebarkan hati.

Kamis, 02 Februari 2017

Musyawarah Nasional ke 3 Maxxio Indonesia

Alhamdulillah, selesai juga munasnya dan tersusun kepengurusan baru untuk MAXXIO periode 2017-2019.

Acara MUNAS di adakan di kantor Daihatsu - Sunter Jakarta pada tanggal 28 Januari 2017. Banyak perwakilan dari tiap daerah yang datang untuk mengikuti dan urun rembug bersama. Tidak terkecuali perwakilan dari Chapter Semarang dan Joglokemas yang sekaligus juga menjadi perwakilan Regional Jateng - DIY.

Perwakilan MUNAS Chapter Semarang dan Chapter Joglokemas berangkat bersama start dari Semarang pukul 16.00. Sayangnya perjalanan tidak berjalan lancar sesuai perkiraan. Akibat jalan berlubang sepanjang jalan Kaliwungu-Subah, mobil yang ditumpangi oleh perwakilan Joglokemas mengalami kendala knalpot patah. Perjuangan mencari las karbit atau listrik lumayan susah, mengingat hari sudah mulai sore. Alhamdulillah, setelah 5 jam kendala dapat di selesaikan. Pukul 10.30 mulai start lagi menuju Bekasi - Jakarta.


Barisan konvoi 4 mobil yang terdiri dari 2 GranMax, 1 Luxio dan 1 Honda Brio berjalan selaras dengan perintah RC (Road Captain). Meskipun di beberapa rest area sepanjang tol kami berhenti untuk sekedar minum kopi dan ngeluk boyok tapi semua kembali rapi dalam barisan.

Pukul 06.10 di hari berikutnya tanggal 28 Januari, rombongan dari Semarang dan Joglokemas telah sampai di hotel Red Planet Bekasi. Berhubung waktu mepet, kami langsung cek-in dan bersiap-siap untuk datang ke acara Munas. Pukul 10.00 tepat, kami sampai di kantor Daihatsu Sunter - Jakarta.

Tujuan Munas memang untuk pemilihan ketua umum yang baru dan membahas tentang revisi AD ART yang telah ada. Pemilihan ketua umum telah dilakukan Desember tahun lalu, sehingga saat ini tinggal membahas AD ART dan pelantikan jajaran pengurus pusat. Ketua umum terpilih yaitu Rahmadi dengan nomor ID 056 asal Palembang.

Selama rapat Munas, ada beberapa hal yang memang musti dibahas lebih mendetail dengan tujuan ketika aturan-aturan tersebut telah di sah-kan, maka
segala macam yang berhubungan dengan MAXXIO sudah ada aturan yang harus di taati. Masukan demi masukan datang dari setiap perwakilan yang hadir. Keputusan demi keputusan diambil sesuai dengan kesepakatan bersama. Walaupun terkadang selisih paham antara aturan, pendapat dan keputusan namun semua kembali dapat menerima apa yang telah di sah-kan dalam Munas.

Pembahasan AD dan ART bukanlah pembahasan yang simple. Karena ada banyak pendapat dan pandangan mengenai aturan satu dan lainnya membuat pemimpin sidang yaitu Muchammad Taufik (founder Maxxio Indonesia) harus bijak dalam memutuskan aturan tersebut. Setiap daerah melalui perwakilannya mengajukan revisi AD ART yang telah disepakati sebelumya berdasarkan permasalahan yang telah terjadi di daerah masing-masing.

Pukul 18.00 pembahasan AD ART telah selesai. Ada beberapa pasal yang di revisi namun ada yang tetap dengan aturan sebelumnya. Acara dilajutkna dengan pelantikan Ketua Umum yang baru berikut dengan jajaran kepengurusan lainnya. Setelah profesi serah terima jabatan dan foto bersama, acara ditutup dengan doa dan makan malam.

Alhamdulillah acara MUNAS selesai dengan baik dan lanjar. Dari perwakilan Chapter Semarang mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Musyawarah Nasional ke 3 dan telah dilantikan Oom Rahmadi 056 sebagai ketua umum Maxxio Indonesia periode 2017-2019. Semoga dengan ketua umum yang baru dapat membuat MAXXIO lebih kuat, solid dan guyub sedulurannya dan semoga semakin banyak support yang datang ke chapter-chapter yang telah terbentuk.!!

Kebersamaan dan kelegaan yang dirasakan oleh panitia dan peserta Munas lantas tidak membuat kami semua lelah. Tugu Monas selanjutnya menjadi destinasi kami. Setelah Munas selesai kami habiskan waktu bersama syukuran ke Monas bersama dengan kawan-kawan lainnya. Baik kenal maupun tidak kenal. Baik keluarga maupun sendiri. Kami menyatu, bersatu dan bersama-sama.


----
ty'z

Ketua Chapter Semarang

Jumat, 02 September 2016

Declaration Of Maxxio Chapter Semarang

21 Agustus 2016 di Taman Budaya Raden Saleh menjadi hari yang bearti untuk teman-teman MAXXIO (GranMax Luxio Club) Semarang karena pada hari itu Semarang telah mendeklarasikan diri menjadi sebuah Chapter Ke-8 se Indonesia dan Chapter ke-3 se Jawa Tengah.

Tentu saja acara Deklarasi ini tidaklah mudah. Koordinasi demi koordinasi telah dilakukan oleh teman-teman semua. Tak sedikit gesekan yang terjadi diantara kami. Ada kalanya kami merasa buntu dan stuck oleh ego masing-masing. Tak heran karena begitulah yang namanya sebuah komunitas. Tapi dari segala gesekan itulah kami dapat saling mengerti satu sama lain. Kami dapat saling percaya bagaimana kami bertanggung jawab pada sebuah kepercayaan.

Deklarasi Maxxio Chapter Semarang sangat dinanti oleh banyak member. Deklarasi yang termasuk dalam salah satu acara nasional ini adalah ajang untuk bertemu dengan member-member dari berbagai kota dan daerah. Maka dari itu tak heran jika banyak member yang menanti acara-acara seperti ini agar dapat berjumpa dan bertukar sapa. Bahkan satu hari sebelum hari H sudah ada beberapa member yang telah hadir dengan kendaraan pribadinya. Member dari Patriot Bekasi, member dari Jakarta dan lainnya.

Pada hari H nya, 160 KR milik member dari berbagai kota memadati tempat parkir di Taman Budaya Raden Saleh. Gravick Jepara yang sudah stand by dari pukul 3 pagi dengan puluhan GranMax Pick Up full modive telah memenuhi separuh dari tempat parkir. Tidak selang berapa lama, kemudian dari Jakarta Raya, Karawang, Tangerang menyusul dan langsung menempatkan diri. Bandung menyusul yang diwakilkan oleh om Friyana. Beberapa saat kemudian rombongan dari Pati-Rembang-Blora dengan sirine yang meraung-raung pun hadir dan langsung menempatkan diri. Setelah itu satu per satu member dari luar kota Kudus, Cirebon, Surabaya, Malang, rombongan Jatim, dan terakhir rombongan dari Jogja Solo Kedu dan Banyumas (Joglokemas)datang bersamaan. Dalam sekejap tempat parkir telah menjadi ajang salam-salaman, bertegur sapa, berbincang dan berkenalan yang riuh dan ramai. Kami merasa inilah persatuan. Mungkin kita tak saling kenal, tak saling tau nama, tak saling berjabat tangan tapi kami bersama dalam lingkup yang kami minati bersama.

Keseluruhan acara berjalan dengan lancar. Walaupun sedikit agak molor dari yang dijadwalkan, over all its okay. Sambutan demi sambutan berjalan sesuai dengan run down acara. Sesungguhnya, panitia Semarang telah menyiapkan beberapa kejutan. Diantaranya adalah ketua Chapter Semarang yang selama ini belum terlihat siapa calonnya lalu jatuh pada satu-satunya member cewek di Semarang. Tidak lain adalah saya sendiri. Itu adalah kejutan pertama. Selanjutnya adalah tentang kontes yang diadakan secara diam-diam. Karena panitia ingin memberikan kejutan sebagai hiburan, bukan sekedar kontes yang beradu untuk menang. Walaupun tetap saja ternyata ada yang kecewa dengan keputusan juri tentang siapa yang menggondol penghargaan-penghargaan tersebut. :D

After all, in my post I just wanna say thank you for all member Semarang, all member who come in this event, all sponsor from Astra Daihatsu, Adira, BPR, Sridiva, and other. Alhamdulillah dan terimakasih acara berjalan lancarrr... banyak momen-momen yang indah yang telah terukir. Semoga kerja sama dari pihak sponsor dapat berlanjut dan semoga persaudaraan antar member, antar klub dapat terjalin dengan baik.

unidentification we are

I loved to make you shy.
Your cheekbones are making me overwhelmed.
Remember me when you pass this way.
Remember me when you listen this song.
I just try to make you know, Im here even thought u'll forget me (one day).

Word by word that you sent to me
makes me wanna jump over there
and give you a bunch of bomb.

When you leave the word behind me
without a single ring,
I see the empty wall.

Fluttering to start first
and now cant ended easily.

Arguing
but we embrace the same thing.
The joy we cant see,
the thing we cant touch.

This night.

Like the maze,
im following the star
and getting lost in every line that you throw to me.
You built your self
but you found me in the mirror.

Am I nothin' to you?


-tyz-
Inspirated by 5743e57 - uptown girl

Sabtu, 11 Juni 2016

Belajar darimu...

"Can you feel if someone throw you away without say goodbye first or give you a notification?"

Dari hal-hal seperti itu, gue belajar bangkit. Bangkit dan bangkit lagi.

Sejatinya, umat manusia itu diciptakan saling melengkapi, bukan menyakiti apalagi membuang dan menyia-nyiakan diri.



Nah, saat ini ketika aku berdoa padaNya lalu ada seseorang yang hadir dengan segala kesederhanaannya, aku menundukan kepala. Aku takut. Lantas kami saling mendekat. Tak ada kata yang menjurus kearah romantis. Nothing.

Tapi, aku belajar banyaaakkkk. Banyak sekali untuk bersikap dan menyikapi apapun itu.

Terimakasih kepada mereka-mereka yang memberiku pelajaran.

Semoga semuanya bahagia. :)

Sabtu, 02 Januari 2016

Runaway

Lets runaway, for the day~~~

There is something stuck in my mind. About You.

Well, Allah sedang berbincang kepadaku sepertinya. Kemarin, ketika aku bangun tidur pada siang hari, hatiku tiba-tiba diliputi risau tak berkesudahan. Teringat laki-laki itu, laki-laki ini dan tesis. Rasanya sesak dan berdesakan ingin keluar melalui air mata. Tiba-tiba aku memiliki fikiran bahwa apa yang aku lakukan selama ini menjadi kacau dan runyam. Semua seperti berbalik menyerangku dan seolah-olah menyalahkan aku.

Tentang laki-laki ini. Laki-laki yang kutinggalkan demi laki-laki itu yang baru aku temui beberapa kali. Namun, berujung pula dengan jalur finish yang kami pilih dengan berat hati. Laki-laki itu pergi. Sakit? hanya sedikit. Namun, hal yang membuatku lebih sakit adalah perginya laki-laki itu dan aku belom bisa sepenuhnya move on dari laki-laki ini. HIngga saat ini.

Aku seperti wanita yang tak memiliki pendirian. Aku datang pada laki-laki ini. Menangis.

Aku lelah dengan semuanya. Sungguh. Hati yang terontang-anting kesana kemari. Aku ingin sudahi dan pergi dari semuanya. AKu ingin hanya 1 fokusku. Tesis yang harus segera selesai. Lalu melangkah untuk masa depan meninggalkan semuanya.

Bahwasanya, aku terlalu lemah yang bersandiwara seolah-olah aku kuat menantang badai. Padahal, angin bertiup sebentar pun aku bisa tumbang. Aku sembunyikan semuanya. Semua luka, tangis, sakit dari orang-orang disekitarku. Aku mencoba ragpopo.

Kawanku, sahabat kentalku mengatakan, 'Allah sedang mengujimu. Seberapa besar keimananmu terhadapNya. Seberapa lebar hatimu menerima rahmatNya yang luas.'. Lalu aku kembali berfikir. Bukankah aku yang memohon kepadaNya agar dijauhkan apa yang memang tidak baik untukku. Lalu, Allah menjauhkan laki-laki ini dan laki-laki itu. Ini sebuah jawaban dari permohonanku, mungkin. Sekarang, bagaimana caranya agar aku bisa fokus hanya pada tesisku. Aku tidak ingin memasukkan mereka dalam fikiran-fikiranku lagi. Aku ingin fokus pada masa depanku. Yang jelas itu adalah melewati tesis.

Huft....

Allah, bantu aku untuk fokus kepada tesis saja. Hal-hal selain tesis lebih baik pergi jauh. Kosongkan fikiranku dari hal-hal yang enggak penting dan sekiranya dapat mengganggu ketenangan batin dan ketentraman hati. Isi fikiranku tentang tesis, tesis dan tesis. Teguhkan hatiku untuk tesis, tesis dan tesis. Luluhkan dosen hamba ya Allah biar tesis nya lancar. Ammiiinnn....

Sekian.

Jumat, 01 Januari 2016

Pijar Semalam

Ini seperti mimpi.

Terus kubasuh wajahku dengan air dingin tanpa henti.
"Aku bermimpi." Ujarku terus menerus layaknya mantra.
Aku bermimpi namun aku tak ingin terbangun lagi.

Ketika jemari ini saling bertaut, lalu beradu mata pada satu tatapan yang teduh
Aku menyadari, ini bukan mimpi. Semburat merah mewarnai pipi ini.
Tidak menghiraukan seberapa banyak aksara yang keluar,
hingga lupa bagaimana oksigen bermain dalam tubuh yang segar.

"Aku menginginkannya."

Lalu, kita terlena pada satu waktu.
Dimana kita percaya itu milik kita. Dan hanya tentang kita.
Lengah pada gerbang-gerbang yang menjadi pijakan kita.

Kita inginkan waktu berlalu begitu cepat. Karena gelora yang mulai pekat.
Beradu pada denting-denting sepertiga malam terakhir. Tanpa jeda. Tanpa lelah.

Lalu, waktu seolah-olah luluh pada aksara yang terus berkutat pada ketulusan.
Sementara ia tengah menyiapkan sebuah pesta tak terduga untuk kita.

Seperti pendar yang berpijar.
Kembang api yang turut memberikan keindahan.

Terbalik. Berbalik.

Mungkin, seperti itulah kamu.

Bukan.

Seperti itulah kita.

Melesat jauh ke awang-awang.
Berpendar.
Berpijar.
Namun sesaat.

Lalu, redup.
dan jatuh.

Pada sisa-sisa aroma kertas terbakar,
Pada awang-awang yang menerima keindahan,
Lalu, pada tanah yang menerima sisa...

Kita. Usai.

Lalu, kembali menjadi mimpi yang indah semalam.


-tyz-
010116
In My Room

Sabtu, 17 Oktober 2015

Cerita tentang patah hati

Malam minggu kali ini jadi kelabuuu banget. Sebenernya aku ga tau apa salahku sama dia, tapi sepertinya dia sudah lelah denganku, dengan sifat kekanak-kanakanku, manjaku, dan menginginkan perhatian lebih.

Hatinya hancur disaat mama harus di rawat di RS. Dimana kamu saat aku membutuhkanmu? dimana kamu saat aku ingin bersandar kepadamu?

Aku tau, kita memiliki permasalahan yang sama-sama membuat kita lelah. Tapi, sungguh aku ga nyangka... kalo ujungnya bakal seperti ini.

Katamu, walaupun kita berantem hebat, tapi kalo kita saling mengisi ga akan pisah kok. Tapi, nyatanya... kamu menciptakan jarak yang tak mungkin aku tembus. Kamu menciptakan luka yang cukup sakit aku rasakan.

Salahku yang mencintaimu dengan sangat...
Salahku yang menginginkanmu sepenuh hati...
Salahku yang mengharapkanmu selalu ada disisi tanpa mengerti dirimu...

Aku tak tau, apakah ke alpa-anku menghafirkan yang lain? apakah kelelaganmu mengijinkan ada yang menelusup? Aku tak tau...

Sering aku menghibur diri dengan mengatakan, jika alpa ku membuatmu memiliki yang lain maka aku tau seberapa kualitasnya kamu. Namun jika pada ke alpa anku kamu menjaga hatimu, kamu memang pantas aku perjuangankan.

Sering pula aku menghibur diri, bahwa kamu berbeda... Meskipun kamu lebih mida daripada aku, tapi aku tau kamu berbeda. Menenangkan dengan hal-hal seperti itu ternyata cukup membantu.

Tap saat ini... bagaimana aku bertahan dengan ke alpa anmu.Aku berjuang mati-matian agar tetap tersenyum riang didepan ibuku, agar ia tak tau kalau hati anak perempuannya tengah hancur, didepan ayahku pula.

Kamu...
Laki-laki yang kusayang...
Lelahkah berjuang denganku?

RS.Karyadi
Ruang Isolasi Rajawali lt.6
171015 21:12

Kamis, 27 Agustus 2015

Are you Mr. Right, sir?

"Pada akhirnya, suatu hari nanti kau akan jatuh cinta dengan orang yang tidak terduga." -Unknow-

Anyeonghaseyo yeorobun... 😄

Lama ga update blog. Daaannn banyak yang telah terjadi. Sama gue lebih khususnya. Salah satunya sih tesis yang tak kunjung kelar juga. *Duka mendalam* 😂. Sisi lain, eummm... finally... I CAN MOVE ON!!!! YAAAYYYYYY!!!

Siapa yang menyangka bahwa gue bakal secepat itu move on dari koboy cengeng yang ga bisa dipegang omongannya? padahal gue memprediksi selambat-lambatnya 2 tahun baru gue beneran bisa move on. Tapi... Allah Maha Baik banget sama gue. *Love You Full God 😘*

Panggil dia dengan sebutan Jalangkung. Laki-laki cungkring dengan unstopable power yang dia miliki. Kecil, namun punya buanyak pesona. The more I know, the more I want him. 💕

Exactly, I have an eye with him for a long time. Do you know? apa sih yang bikin gue ngasih perhatian lebih sama dia? padahal ketemu aja belom pernah sama sekali. But, I feel and I'm pretty sure he has a warm heart. Hati yang lembut dan tulus. Gue percaya banget dia memiliki itu, makanya gue ngeliatin dia dalam diam nya gue. About a month maybe.

Suatu ketika, dia berbagi PIN BBM di wall pribadi dia. Gue masih inget betul kalo gue ninggalin komen, "boleh di add, mas?", and he replyed, "boleh, Non...". Waktu itu karna gue lagi repot dengan persiapan nyetir pantura, gue belom invite dia. Keesokan harinya gue varu inget buat ngeinvite pin nya.

Karna semalaman jadi supir pantura, habis ngeinvite dia gue tepar seharian di Jakarta. Hape keluntingan bodo abis. Gue tidur!. Bangun sorean diajakin nyekar ketempat alm eyang. Baru dapet kesempatan buat ngecek hengpon. Ahaa!! dia nge chat duluan. Gitu aja uda bikin fue senyam senyum nahjong lhooo... berasa orang gila diparkiran makam senyam senyum sendiri. 😃

'Sampeyan kerjo ning Nusantara,mas?' itu adalah kalimat pertama yang dia kirim ke gue. Gue shock!! Mas?!?!? MAS?!?!?! 😓

'Mas?!?, aku cewek Mas. Aku yang kemaren bilang mau invite PIN mu.' jawaban gue sih singkat. Tapi berawal dari situ percakapan demi percakapan meluncurrrrrr begitu saja. Kita ketawa ngakak sendiri gegara chattingan yang random bingit.

Hal yang masih gue inget secara clear adalah, gue nge bully dia gegara dia blom bisa move on dari mantannya yang seorang artis. Masih aja majang foto berduaan dan upload foto mereka berdua. Pada waktu itu sih gue ga cemburu atau apa. Gue cuman merasa ga adil aja. Sang artis udah happy dengan the new one. Sedag dia masih berasa memiliki sang artis. Gue ga niat apa-apa. Kagak minta dia buat ngehapus atau apalah. Cuman pengen ngebully aja.😁

But, unpredictable!! gue ngebully, jawaban dia adalah NGIRIM SEMUA FOTO MEREKA BERDUA KE WHATSAPP GUE!! Makin shock gue!! Setress ini orang, batin gue. Parah abis. Buat apaan foto mereka berdua coba?? ngapain pake acara dikirim ke gue. Masih mending ngirimbya sebiji dua biji. MORE THAN 10 PHOTOS HE SENT TO ME! Gebleg banget dahhh... dan dia cuman cekikian ga jelas disana.

But, satu per satu dia hapus itu foto. Dari berbagai sosmed. Bukan gue yang minta yaaa... tapi mungkin efek gue bully tiap hari masalah ga bisa move on dari mantan.

Waktu bergulir terus, chattingan makin intens, kadang telfon juga. Dan kita belon ketemu sama sekali. Kita masih sama-sama sibuk dengan urusan kita masing-masing. Tapi kita enjoy aja dengan yang kita jalani saat ini. Sampau suatu hari, tanggal 5 Mei 2015, dia ngomong kalo dia suka sama gue. Tertarik dan pengen ngejadiin gue ceweknya. Adduuhhh... berasa anak SMP - SMA banget gue. Truusss... apa coba jawaban gue??

To be continue yakkk!!! 😜

Kamis, 09 April 2015

The Best Man Who Can't Be Mine

The Best Man Who Can't Be Mine


Juli-Agustus-September-Oktober-November-Desember-Januari-Febuari-Maret-April

10 Bulan sudah ya ternyata. Tidak kerasa, waktu berlalu begitu cepan. Meskipun air mata sudah mengering, tapi ternyata tidak dengan yang ada di hati. Pernah beberapa kali memasukkan orang baru dalam hati, namun tetap saja, ada space khusus untuk laki-laki itu. Sangat khusus dan sulit untuk disingkirkan.

Laki-laki itu adalah laki-laki yang sesuai dengan impianku, masuk dalam kriteria keluargaku, keluarga besarku pula. Laki-laki yang sabar dengan segala sifat manjaku, laki-laki yang bisa mengarahkan aku, laki-laki yang bisa meredakan emosiku yang meledak-ledak dan laki-laki yang dapat menempatkan diri dalam keluargaku.

Ayah, ibu juga menyukai laki-laki ini. Lebih mempercayakan aku kepada dia, daripada yang lain. Bahkan suatu ketika Ayah dan Ibu lebih percaya kepada dia daripada kepadaku. Tapi, begitulah orangtuaku. Laki-laki yang aku cintai selalu mereka rengkuh selayaknya anak sendiri.

Aku tau, laki-laki ini memiliki keterbatasan dan berbagai kekurangan dimana-mana. Sama hal nya dengan aku, diriku dan hidupku. Kita lahir dengan ketidak sempurnaan, dan untuk itulah kita bersama saling menyempurnakan hidup. Aku mengetahui betul tentangnya, kelebihan dan kekurangannya, mungkin begitu juga dia terhadapku. Aku siap menerima ia satu paket dengan kekurangannya, kelebihannya dan seluruh anggota keluarganya. Tapi, entah dengan dia.

Saat ini, mungkin dia bukan seorang pegawai terpandang dari sebuah instansi. Hal itu pula yang menyurutkan langkahnya untuk maju ke tahap selanjutnya. Tapi, dalam kacamataku, kacamata keluargaku hal itu bukan yang utama. Penting, tapi bukan nomor satu. AKu hanya percaya, keadaan akan berubah. Hari ini mungkin dia bukanlah siapa-siapa, namun esok, lusa atau entah kapan, ia akan menjadi 'orang' yang seperti orangtuanya inginkan. Begitu juga dengan keadaanku. Hari ini aku masih menjadi mahasiswa yang belom punya penghasilan lebih. Ibaratnya masih menetek pada ayah dan ibuku, dan lagi-lagi hal ini pula yang membuat ia surut untuk menapaki langkah bersamaku. Tapi aku percaya, dengan bekal yang aku siapkan kali ini akan mengantarkan aku pada kehidupan yang lebih siap dan matang.

Karena semua akan berubah pada waktunya...

Laki-laki itu selalu merasa takut kalau materi membuat perempuan ini tidak puas, jauh meninggalkannya atau tidak dapat memenuhi kebutuhan. Namun, sungguh dalam keluargaku, orangtuaku terutama ibuku selalu mengajarkan aku untuk dapat mandiri. Meskipun aku memiliki laki-laki yang akan menjadi suamiku, aku tetap harus mandiri, bekerja dan berpenghasilan. Karena kegunaannya akan sangat banyak untuk kemudian hari. Jadi, sesungguhnya aku ingin mengatakan pada laki-laki itu, jangan kawatir dengan materi, aku tidak akan menggerogoti materimu. Aku hanya menginginkan cintamu, sayangmu dan kasihmu yang tidak pernah kau bagi dengan wanita lain.

Ketika laki-laki ini jatuh pada titik terlemahnya, sebisa mungkin aku berada disisinya menguatkan ia. Dan, ketika ayahanda pergi meninggalkan laki-laki ini, ia menangis, dan aku pun turut menangis. Selayaknya ayahku sendiri, beliau pun begitu penting dalam hidupku. Aku menemani langkahnya, meskipun pada akhirnya aku mengetahui, laki=laki ini tidak membutuhkan aku, melainkan wanita lain untuk ada disisinya.

Kehilangan seseorang yang dicintainya, akan meninggalkan duka yang mendalam. Aku pun merasakannya. Karena itulah, walaupun aku sibuk, aku menyempatkan waktu untuk bersilahturahmi dengan ibunda dari laki-laki ini. Minimal seminggu sekali aku bertandang kesana, melihat kondisi ibunda, eyang, laki-laki ini dan adik sematawayangnya. Inginku, kehadiranku menjadi sebuah hiburan untuk mereka, paling tidak, kehadiranku dapat mengusir sepi yang ditinggalkan oleh ayahanda. Karena, aku menganggap keluarga laki-laki ini seperti keluargaku. Duka keluarga ini juga duka yang aku rasakan. Namun, kembali lagi, niat baik ku pun belum tentu mendarat dengan baik. Pendaratan itu tidak berlangsung secara sempurna. Aku pun mengetahuinya...

Namun, apapun yang terjadi, laki-laki ini masih menempati posisi khusus yang belum bisa digantikan. Aku ingin menggantinya dengan yang lain. Aku juga ingin merasakan kebahagiaan dicintai oleh pasangan, diterima apa adanya oleh pasangan, dan membangun rumah tangga bersama dengan pasangan.

Laki-laki terbaik ini adalah laki-laki yang tidak dapat menjadi milikku. Karena aku sadar diri, apa yang ia butuhkan dan apa yang aku inginkan...


-Perempuan ini-

Selasa, 31 Maret 2015

Self Defense Mechanism pada Tokoh Cha Do Yun "Kill Me, Heal Me"

Self Defense Mechanism
Pertahanan Diri Sendiri

Selesai sudah nonton drama korea Kill Me, Heal Me. Untuk merefresh otak yang spanneng terus menerus, akhirnya memilih untuk nonton drama korea tersebut. Selama drama berlangsung, otak seakan ikut merekam segala adegan yang ada, dan menyimpulkan bahwa drama ini bercerita tentang self defense mechanism.

Well, sang tokoh utama yang diperankan oleh actor Ji Sung patut aku acungi jempol. Bagiku, sangat sulit memerankan beberapa peran dalam satu film drama, but he did a good job. Ji Sung yang berperan sebagai chaebol Cha Dho Yun memiliki masa lalu yang cukup menyakitkan. Bernaung pada sebuah rasa takut akan hukuman yang diberikan oleh ayahnya, tanpa ia sadari ia membentuk sebuah karakter baru bernama Shin Se Gi. Sebuah bukti dari mekanisme pertahanan diri Cha Dho Yun, yang merupakan proses mental atau penolakan dari rasa sakit, kenangan buruk yang membuat ego nya berkembang tercipta karakter Shin Se Gi. Shin Se Gi menguasai semua emosi marah dan rasa takut dari Cha Dho Yun.

Pertahanan diri yang lahir tanpa ia sadari membuat Cha Dho Yun kelabakan dengan karakter barunya ini. Perbedaan dari karakter Shin Se Gi dan Cha Dho Yun adalah Shin Se Gi mampu mengingat semua rasa sakit yang pernah ia rasakan, termasuk segala kenangan buruk. Namun, Cha Dho Yun tidak mampu mengingat masa lalunya yang menyakitkan tersebut. Ia hidup dalam kehidupan normal biasa tanpa masa lalu yang menyakitkan.

Tidak cukup sampai disitu pula. Karakter Shin Se Gi dan Cha Do Yun masing-masing merasa memiliki waktu dan tubuhnya tersebut. Perang batin dalam diri Cha Do Yun membuat Shin Se Gi menguat dan melemahkan Cha Do Yun. Tanpa disadari pula, ada sisi lain dalam hati Cha Do Yun tentang kenangan kasih sayang dari ayahnya yang berujung dengan kepribadian baru bernama Perry Park.

Perry Park lahir dari sebuah kenangan yang menyenangkan antara Cha Do yun dan Ayahnya. Keinginan sang ayah untuk hidup bebas dan berlayar dengan kapal layar milik pribadi, dan janji seorang anak untuk memenuhi keinginan ayahnya tersebut memunculkan karakter Perry Park. Rasa bersalah seorang anak kepada ayahnya. Kemunculan Perry Park ini tidak cukup membahayakan seperti karakter Shin Se Gi. Pery Park lebih mengarah untuk terus berlayar, bersenang-senang, dan uniknya ia gemar menciptakan sebuah bom dari rice cooker. Mungkin, karena penciptaan karakter Perry Park berdasarkan kebebasan yang ia impikan. Berangkat dari hal tersebut, Perry Park menjalani hidup dengan menyenangkan dan berpesta pora.

Kepribadian lainnya muncul sebagai saudara kembar. Ahn Yo Na dan Ahn Yo Sub. Mereka lahir karena ketika Cha Do Yun berusia 17 tahun, ia sangat pintar dan memiliki IQ lebih dari rata-rata. Ia menyuka seni dan sensasi. Ia ingin bunuh diri karena ia merasakan bahwa pemilik tubuh utama yaitu Cha Do Yun mengalami depresi yang kuat. Sebagai orang yang hidup ditubuh orang lain, ia ingin membebaskan rasa depresi tersebut dengan bunuh diri.

Ahn Yo Na, adalah karakter wanita kembaran dari Ahn Yo Sub. Ahn Yo Na tidak menyukai belajar, ia lebih suka berdandan dan mengejar laki-laki. Dalam drama ini, Oh Ri On sebagai korban dari Ahn Yo Na. Dua karakter ini juga tidak cukup membahayakan, namun cukup menghancurkan image sang chaebol Cha Do Yun jika muncul di tempat yang salah.

Berbagai macam bentuk pertahanan diri dari Cha Do Yun, yang terjadi adalah sebuah represi. Represi merupakan hal yang sering terjadi. Berangkat dari sebuah penolakan terhadap kenangan buruk yang selanjutkan dialihkan pada hal-hal yang menyenangkan. Biasanya hal ini dapat dibantu dengan pengaruh obat penenang. Namun, satu waktu dapat menimbulkan kepribadian ganda. Dimana self defense mechanism ada pada tingkatan neurotik. Lebih tinggi dari keadaan normal.
Kepribadian ganda yang biasa disebut dengan alter ego merupakan suatu keadaan dimana kepribadian seorang individu terpecah sehingga muncul kepribadian yang lain dan biasanya tanpa disadari. Jika ditilik dari kasus seorang Cha Do Yun tersebut, gangguan tidak disebabkan dari alkohol atau obat-obatan seperti narkoba dan sejenisnya. Kejadian ini lebih dikarenakan penolakan dari rasa sakit. Kepribadian secara berulang mengambil alih perilaku pada kondisi-kondisi tertentu.

Lalu, apakah penderita kepribadian ganda tersebut dapat sembuh?

Bisa.

Dalam drama, karakter Cha Do Yun dapat sembuh dan lepas dari karakter-karakter lainnya. Yang menjadi kunci untuk menyembuhkan yaitu dengan mensinkronkan kenangan atau ingatan yang sengaja dipisahkan. Dengan kata lain, pemilik utama tubuh tersebut harus siap menghadapi rasa sakit yang ia tutupi dan hindari. Ia harus mampu untuk merasakan sakitnya lagi agar karakter yang hidup dari rasa sakitnya mampu menyatu pada tubuh utama.

Hal tersebut tidaklah mudah. Akan banyak pertentangan yang datang silih berganti. Sebagaimana otak yang dipaksa untuk mengingat sesuatu hal yang menyakitkan, akan semakin stres dan tertekan. Namun, tidak ada jalan lain selain berdamai dengan rasa sakit tersebut untuk mengenyahkan karakter yang lain.

Model penyembuhan tersebut digunakan oleh Cha Do Yun. Dibantu oleh seorang psikiatri Oh Ri Jin ia mampu berdamai dengan masa lalu. Bahkan peran Oh Ri Jin sendiri pada drama ini, adalah sebuah korban dari masa lalu yang tidak menyenangkan. Cha Do Yun dan Oh Ri Jin memiliki masa lalu yang sama dan saling berhubungan.

Dari drama ini, aku belajar tentang self defense mechanism. Disisi lain, ini sangat menakutkan. Membayangkan memiliki karakter ganda pada diri sendiri. Apa yang dilakukan oleh kepribadian satunya tidak diketahui oleh kepribadian lainnya. Untungnya, sejauh ini rasa stress yang hadir pada hidupku, tidak aku tolak mentah-mentah. Terkadang, aku sengaja menjadi masokis yang justru menimati sakit dan stress itu walaupun dengan menangis.

Mengetahui drama ini dan berlajut dengan membaca artikel-artikel yang bersangkutan disaat otak pada posisi yang stress, cukup membantu untuk meredakan kekawatiran dan tekanan. Karena ketidak inginanku memunculkan kepribadian baru dalam tubuhku.

Cheer up, Gals! Jangan hindari rasa sakit yang datang. Be a gentle! ^^





-tyz-

Senin, 30 Maret 2015

Cerita Kita

Aku fikir kita tengah tersesat. Tanpa peta yang jelas. Tentang tujuan akhir yang kita cari bersama.

Aku fikir, kita tengah terpedaya. Alunan waktu yang menggugurkan keraguan dan luka, berganti binar yang tak terelakan.

Mungkin kita lengah tentang masa yang tak bisa kita kuasai bersama. Mencumbu malam dengan gairah khas anak muda.

Sekali lagi...

Mungkin kita lengah pada waktu yang kita kira milik kita.

Lalu...

Waktu tidak pernah ingin berhenti, seperti seberapa keras kita menghentikan kereta kencana untuk waktu yang lama, ia tetap harus berjalan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Layaknya jarum jam yang tak bisa berhenti. Berputar dan berpindah dari satu angka ke angka yang lain.

Seperti itu kisah kita.

Tak pernah berhenti disitu.

Waktu membawamu semakin jauh... jauh hingga aku lelah, berbasa basi dengan waktu demi menanti kepastian yang tak pernah pasti. Waktu pula yang menghadirkan ia sebagai labuhan mu, dan meyakinkanmu untuk berhenti disana.

Apa yang dapat ku perbuat?

Pada tempat dimana aku menanti, mengemasi setiap kenangan yang tersisa. Mendapati bahwa apa yang mereka katakan menjadi suatu pembenaran yang tak terpatahkan.

Sejak awal, seharusnya aku meninggalkanmu. Tanpa spasi keraguan sedikitpun.
Seharusnya....

Maka, pendar yang telah redup dengan berbagai koper berisi mimpi dan cita-cita, aku melepasmu. Melepas segala pengertian dan kesabaran yang kau tawarkan dengan secawan senyum.

Lalu,


Pada sobekan tiket di peron, dan pada sapaan ramah petugas berseragam, aku katakan padanya, diujung salah satu sudut tempat ini aku meninggalkan satu tas berisi perasaan yang tak ingin aku miliki lagi. Ditemani dengan snack kenangan yang ingin aku tanggalkan. Biarkan saja disana, hingga membusuk dan mati. Aku tak ingin menjumputnya lagi.

Dan pada lonceng berikutnya, satu persatu anak tangga kujajaki menuju sebuah gerbong yang akan memberikan cerita baru untukku.


-ty'z-
Senin, 10 Nov 2014 05.17
Dalam ruang tunggu Stasiun Gambir

Senin, 15 September 2014

Kamu...

'Kamu yakin ga mau anterin aku?' tanyaku pada Putra.

'Buat apa? buat ngeliatin kamu pergi?' jawabnya sambil menahan senyum.

'Ikh...kok kamu senyum-senyum sih?'

'Inget kata mama aja tentang kamu. Makanya sampai sekarang kamu ga bisa move on dari mantanmu,'

'Ini ga ada hubungannya sama mantan tauuuu, aku udah move on, cuman belom penggantinya aja...'

'Sama aja itu mah,' jawabnya sambil mengusap ubun-ubun kepalaku. Ya seperti inilah hubungan kami. Dekat namun tak dekat. Jauh namun tak jauh.

Semarang malam itu benar-benar terasa dingin setelah di guyur hujan sore tadi. Di pojok Terracota coffee ini tempat dimana aku mengadakan perpisahan dengannya. Malam ini adalah malam terakhir aku di Indonesia, tepatnya di Semarang. Esok aku akan terbang ke Korea untuk menempuh gelar masterku.

Di Terracota coffee ini tempatnya sangat tersembunyi. Klasik namun elegan. Kawanku Ibas pernah berkata, 'tempat ini cocok untuk tempat selingkuh' namun aku tak pernah setuju dengannya. Karena bagiku sebenarnya tidak ada tempat untuk selingkuh. Namun tempat ini lebih enak untuk merilekskan pikiran. Karena di dekat mini bar terletak beberapa rak buku beranekaragam genre. Aku paling suka membaca novel dari cafe ini. Tidak pernah aku membawanya pulang, namun sering aku ketiduran disini hanya karena terlalu asik membaca buku.

Coffee yang disediakan disini sangat beragam. Kita boleh menyeduhnya sendiri atau memesan pelayan untuk menyeduhkannya. Coffee kesukaanku adalah Java Coffee. Sangat kental dan nikmat. Pelayan disini pasti hafal dengan seleraku. Java Coffee dan sepiring kentang goreng untuk menemaniku menghabiskan rindu disini.

Dan di cafe inilah aku menemukan sosok Putra yang juga tengah asik tenggelam dengan tumpukan buku-buku arsiteknya. Cukup menarik dengan kacamata yang miring sebelah karena habis terinjak. Cafe ini mengantarkan kami kepada rindu-rindu yang menjalar sepi. Aksara terbungkam mulai berlomba-lomba keluar, namun terhenti karena hadirnya seseorang dari masa lampauku.

'Putra...'

'Hmmmm...' jawabnya tanpa melepaskan pandangan dari buku yang ia baca.

'Kamu tau kan Put, sejak aku putus dengan dia aku ga pernah dekat dengan yang lain?'

'Tau, makanya itu kamu belum bisa move on kan?'

'Sebenernya Put.....,'

'Sebenernya apa?'

'Ini adalah malam terakhir aku di Semarang, aku sudah 1 tahun ini suka sama orang. Bolehkah aku mengungkapkannya? sebelum aku meninggalkan Semarang?'

'Hah?? kamu naksir orang?? siapa?' tanya kaget dan menutup buku yang ia baca. Aku hanya diam bergeming. Matanya mencari-cari kebenaran di mataku. Aku hanya menunduk. Hatiku berdebar tak menentu. Pandanganku semakin tak focus dan gugup.

'Siapa Z??' tanyanya lagi. Kamu... jawabku namun hanya dalam hati saja. Aku tau, jika aku mengatakannya maka hubungan ini pasti akan berakhir begitu saja, namun jika tidak aku takut aku tak akan pernah punya waktu lagi untuk mengungkapkannya.

Bila ku jatuh cinta...

Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu...
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu


-tyz-

Minggu, 27 Juli 2014

Aku mau kerumahmu...

Yaudah. Kerumah aja...tapi aku mau pergi lho...

Lho...lha pie to? aku dateng kok kamu pergi?

Aku mau kopdar biasa, mau ikut?

Emang boleh?

Enggak...


Aku menghela nafas panjang. Selalu begitu, dia ga pernah mau ngajak aku buat ikut kumpul-kumpul dengan komunitasnya. Padahal aku ingin banget ikutan kumpul dan kenalan dengan teman-temannya.

Tiba-tiba sebuah pesan masuk dalam layar handphoneku.

Aku kerumahmu aja ya...

Ngapain?


Aku membalasnya dengan singkat. Sebenarnya malam ini aku kangen banget sama dia. Aku juga ga tau kenapa aku merasa kangen banget sama dia, padahal 2 hari berturut-turut kita pergi bareng dan nonton. Aku terus melamun di pinggir jendela kamarku. Gerimis mulai datang, mungkin sama seperti hatiku. Gerimis.





Happy Iedul Fitri 1435 H

Pemilik Blog

DN Cahyaningtyas

Mengucapkan;

Minal Aidzin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Akhirnya Romadhon tahun ini terlewatkan juga. Walau rasanya berbeda dan beraaatttt banget, tapi karena kebesaran hati Allah SWT aku bisa melewatkan ujian dan sekaligus menikmati nikmat yang Allah berikan kepadaku.

Sungguh, Maha Besar Allah dengan segala KekuasaanNya.

-tyz-

Rabu, 28 November 2012

Oh Baiklah.... ini belum saatnya.!

Hei guys,

Masih ingatkah dengan kata-kata pepatah "Banyak jalan menuju Roma". That's right guys, emang banyak banget jalan menuju kota Roma tersebut. Mau melewati jalan udara, jalan darat atau mungkin mau berenang? Sok aja silahkan. Banyak jalan untuk menuju kota tersebut. Itu adalah sebuah kota yang indah kan? Kota terbesar di Itali itu benar-benar menggiurkan untuk dijelajahi setiap inchi-nya.

Well, Italia itu terlalu jauh guys. Jangankan Italia, yang deket aja aku belum tentu bisa menginjaknya apalagi menjelajahinya. Hahahaa

Sudahlah, kali ini aku sedang belajar untuk ikhlas. Mengikhlaskan apa yang menjadi rencana (dan keinginanku) hancur berkeping-keping karena aku sendiri. Aku ga akan menyalahkan siapa-siapa. Tapi aku menyalahkan diriku sendiri. Yah, karena aku yang memiliki keinginan besar (dan ke-penatan yang luar biasa) membuat emosiku naik-turun.

Aku merasakan penat yang benar-benar penat sekali. Aku ingin refreshing sejenak dari segala aktifitas yang lumayan menjenuhkan. Oh... okey, kali ini aku mengalami kebosanan yang amat sangat bosan. Dan aku membutuhkan sesuatu hal yang lain yang bisa me-refresh semuanya. Ah, entahlah apa itu...

Hmmmm, namun sayangnya, Allah belum mengijinkan aku untuk bersenang-senang dan melepas penat kali ini. Ya, mungkin aku musti bersyukur seperti yang dikatakan oleh ibuku. Kali ini aku hidup dikota wisata yang memiliki udara sejuk, dan merupakan bagian dari kota wisata. (Meskipun aku ga merasa untuk bisa berwisata disini). Hahahaaa

Oh baiklah Tyas, terima saja ini belum saatnya kau melepas lelah dan penatmu.

Dan untuk kalian teman-temanku. Liska, Mb Ian, Mb Laily dan yang lainnya. Maaf ya, emosiku kali ini sedang tidak bisa dikontrol. Masih butuh waktu sendiri untuk menenangkan gempa dihati. *Halah*

Tapi, aku harap kalian bisa mengerti aku saat ini. Heheheee

Maaf ya guys....


*pis* :D

Sabtu, 10 November 2012

Diam ta' selamanya emas.!

Pennnaaaatttttt bangggeetttt...!!!
Rasanya pengen teriak di tepi laut terus keluarin semua unek-unek aku. Benar-benar mengalami tingat kebosanan yang akut banget dan ketidaknyamanan yang ancur banget.

Aku mulai eneg sama semua kemunafikan yang ada. Rasanya mah pengen marah ama orang, kata-kata itu berjejal untuk keluar. Tapi aku ga tau musti ngeluarin ke siapa. Kerjaan disini makin random.

Kayaknya aku mah ga perlu cerita sedetailnya apa yang terjadi deh. Ga ada gunanya juga. Cuman dada ini rasanya naik-turun kalau ternyata ada kemunafikan yang beredar.

Jujur aku bertahan disini, jauh dari orangtua bukan karena keinginan. Tapi karena keharusan. Iya, harus bertahan disini untuk satu dan lain hal. Meskipun kenyamanan itu hilang, meskipun sekarang keadaan dengan berbeda dengan yang dulu, it's fine.!!!

Aku ga masalah mau dipimpin siapapun. Mau dia lebih muda dari aku, lebih tua atau anak bau kencur. It's oke.! Ga masalah. Hanya saja, komunikasi yang harus terus berjalan. Masing-masing dari isi kepala orang-orang yang disini itu berbeda-beda. Kalau ga di komunikasiin bagaimana bisa mengerti satu dengan yang lainnya.

Masing-masing punya keinginan begini dan begitu. Masing-masing punya masalah ini dan itu. Masing-masing punya niat dan pemikiran yang berbeda. Tanpa komunikasi, kita berjalan seperti robot.!

Kita tak bisa egois untuk menuntut orang-orang mengerti keadaan dan kondisi kita apalagi tanpa komunikasi. Sepertinya ga cukup hanya dikatakan saja aku begini dan aku begitu dan orang lain harus mengerti karena aku yang begini dan yang begitu. Bullshit.!

Kita harus saling mengerti satu dengan yang lainnya. Harus saling membuka hati untuk yang terjadi antara keinginan dan kenyataan. Bukan menuntut untuk mengerti dan mengerti.

Ahhh, entahlah....

Yang jelas, hidup di dunia ini ga sendirian. Buat temen-temen seperjuangan juga please jangan egois. Kita itu saling membutuhkan jadi alangkah lebih baik kalau kita hempaskan egois kita dan mari membuka lembaran baru.

Diam itu ta' selamanya emas, namun terlalu banyak bicara juga ta' membuatmu terlihat cerdas.

Sekian.

Kamis, 26 Juli 2012

Pengecut.!

“Hai Q...” sapaku ramah pada laki-laki jangkung yang sedang berdiri di halte bis dan sibuk dengan BB-nya.

“Hoi... gimana kelas kamu? Asyik ga?” tanyanya tanpa lepas dari BB yang ada ditangannya.

Huh... pasti deh ga bisa lepas dari BB nya... pikirku dongkol.

“Asyik dari Hongkong..!! Temen kamu itu nyebelin banget tau...!!”

“Nyebelin gimana?” ujarnya kali ini ia berpaling dari BB nya dan menatap mataku. Cless... seperti ada embun yang mengalir di hatiku. Berdebar pula namun aku berusaha untuk biasa.

“Iya nyebelin pokoknya..!!” jawabku sambil berpaling. Ia duduk dengan rasa tertarik yang tinggi duduk di sebelahku dan menarikku.

“Nyebelin gimana sih Re? Emang Depe ngapain kamu?”

“Errrr.... enggak ngapa-ngapain sih. Tapi dia kalo ngajar overacting banget. Terutama matanya itu lhoo... dia suka banget maen mata sama aku. Sampai merinding aku...” ujarku kalem. Q tertawa melihat reaksiku yang mungkin agak sedikit berlebih.

“Kenapa tertawa?” tanyaku. Namun ia tetap tak bisa berhenti tertawa.

“Aaahhh sudahlah, cerita sama kamu itu sama aja kayak cerita sama tembok.!” Ujarku kesal sambil bangkit dari tempat duduk. Belum sampai kakiku melangkah Q memegang tanganku dan menahanku pergi.

“Iya yaa... jangan ngambek gitu donk Re. Hehehee... cuman lucu aja...” aku masih manyun.

“Kenapa sih aku ga masuk ke kelas kamu aja Q? Kelas kamu kayaknya lebih asik daripada temen kamu itu?”

“Jangan donk... kalo kamu masuk kelas aku bisa repot nanti...malah tambah kacau kalo ada kamu Re...” ujarnya sambil tertawa. Sementara itu aku masih belum bisa menenangkan hatiku yang terus berdegup kencang.

***

“Adik kau itu manis pisan...” ujar Depe kepadaku disela-sela makan siangku.

“Adikku yang mana?” tanyaku pura-pura tak mengerti.

“Adik kau yang masuk kelas aku itu...”

“Dia bukan adikku.!” Jawabku pendek.

“Ahh... siapapunlah itu¸ dia manis banget dimata aku. Tau ga kau?? Hatiku seperti sudah tercuri olehnya. Ahh... maling kecil adik kau itu...” ujarnya berapi-api.
Dia juga udah mencuri hatiku tolol. Hanya saja aku tak berani mengungkapkannya...

“Hei... kau kenapa bengong begitu? Makanlah... keburu makanan kau dingin itu...”

“Aahhh... berisik kau... pergilah sana.!” Pintaku yang sebenarnya ditujukan kepada galau di hatiku. Aihh... hatiku benar-benar terasa tertusuk timah panas. Bagaimana ini aku menenangkannya. Entahlah.

***

“Q, kamu sudah mantap dengan pilihan kamu?” tanya Bunda kepadaku sambil melihatku yang tengah asik sibuk dengan tumpukan pakaianku.

“Iya Bunda, ini udah menjadi pilihan Q. Bunda baik-baik disini yaa...” jawabku sambil memeluk Bunda.

“Iya, Bunda tahu ini pilihan kamu. Tapi bagaimana dengan Re? Apa kamu ga mau memberi tahunya?”

“Untuk apa Bunda? Disampingnya sekarang sudah ada Depe. Aku ga mau mengganggu kebahagiaannya...”

“Memangnya kamu yakin Re bahagia? Memangnya mereka sudah bersama?

“Depe cerita kalau ia sudah menyatakan perasaannya...”

“Lalu jawaban Re bagaimana?”

“Aku yakin, Re pasti menerimanya Bunda. Depe bisa membuatnya bahagia. Dibandingkan aku Bunda...”

“Akh... kamu terlalu banyak berfikir Q. Kapan pesawatmu akan terbang?”

“Besok sore Bunda, Bunda ga usah mengantarkan aku. Nanti bunda capek. Q berangkat sendiri saja ya...” ucapku tenang namun sebenarnya dihatiku benar-benar tertimbun kekecewaan yang besar. Iya, kecewa pada diriku sendiri karena kepengecutanku ini yang akhirnya membawaku pada sebuah kekalahan.

***

“Re....”

“Apa Ma?”

“Kamu ga main sama Q?” tanya ibuku santai.

“Enggak ma. Q sibuk banget katanya. Kenapa ma?”

“Enggak apa-apa. Aneh aja udah lama Q ga maen kesini?”

“Tau ma... sibuknya kebangetan dia ma.”

“Lalu laki-laki yang datang kemaren itu, pacar kamu Re?”

“Hah?? Yang mana ma?”

“Yang naek motor berisik banget itu lho... apa itu pacar kamu?” tanya mama penuh
selidik. Aku mencoba kembali mengingat-ingat.

“Ohh... Depe... bukan ma. Dia fans Re ma, tapi Re ga suka sama dia...”

“Oohh, kalo gitu Re suka sama siapa?” tanya mama sambil menkmati teh tariknya.

“Kenapa mama tiba-tiba tanya begitu?”

“Ya mama pengen tau aja. Umur kamu makin tua, tapi kamu ga ada pacar. Mama kan jadi kawatir...”

“Ikh... mama... ntar kalo udah waktunya juga aku punya kok...”

“Kalo sama Q gimana?”

“Ada apa sama Q ma?”

“Apa kamu suka sama Q?”

“Suka??”

“Iya...”

“Kenapa mama tanya seperti itu?”

“Karena mama ga pingin kamu menyesal...”

“Menyesal? Kenapa?”

“Karena Q sore ini berangkat ke Singapur untuk tes masternya disana. Entah kapan dia kembali ke Indonesia.”

“Apa????” teriakku terkejut.

“Q ke Singapur dan aku ga tau? Teman macam apa dia?” umpatku kesal dan menghembuskan nafas dengan kesal.

“Mama tau kamu sangat menyukai Q, selama ini kamu hanya bisa diam dan memperhatikan dia saja. Jadi susul saja dia kesana. Kemaren Bundanya Q telpon mama dan mengatakan semuanya. Q sangat mencintaimu namun karena ia terlalu pengecut ia memilih untuk pergi.”

“Enggak.... Re ga akan pergi. Q yang pengecut. Re ga akan mengalah untuk Q ma.” Ujarku mantap sambil pikiranku melayang entah kemana.
Maaf Q, aku menyukaimu namun aku tak bisa jika kamu meninggalkan aku seperti ini.

***

Kamis, 03 Mei 2012

Ketika SEMANGATmu mulai pudar...

Notes ini aku dedikasikan kepada teman-teman aku yang sedang merantau, yang sedang mengumpulkan semangat yang tercecer, yang sedang berjuang untuk menuntaskan kewajiban dan yang sedang semangat-semangatnya untuk melanjutkan hidup.

Aku, disini, yang jauh dari orangtua, jauh dari 'zona aman'ku sedang merasakan frustasi dan semangat yang turun. Aku merasa lelah untuk menjalani hidup ini. Ya... aku lelah.! Rasanya aku ingin meminta kepada penguasa bum untuk menghentikan hidupku. Aku benar-benar merasa lelah dan tertekan.

Menangis....
hanya itu yang aku bisa lakukan....

Lalu, aku berfikir... bahwa hidup tidak akan melunak kepadaku jika aku menjadi rapuh dan lemah seperti ini.

Ada seorang teman, yang dengan senang hati bercerita tentang kisahnya. Bagaimana ia menjalani hidup. Dari satu tempat ke tempat lainnya. Bagaimana ia dipindah dari satu pulau ke pulau lainnya. Ia jauh dari siapapun tapi ia begitu semangat.

Ia memberikan semangatnya melalui aksaranya yang halus dan senyuman yang hangat.

Aku ingin sekali memiliki semangat seperti ia. Yang mengantarkan ia menjadi sosok pria dewasa dengan pemikiran yang benar-benar dewasa. Awalnya aku salah menilai ia, tapi menurutku ia benar-benar menjadi pria yang matang. Seandainya tidak ada halangan, aku pasti tidak akan menolak pinangannya.

Ia bercerita bahwa ia memiliki cita-cita untuk bekerja di tambang. See, tambang adala pekerjaan yang menjanjikan. Ia memiliki cita-cita itu sejak ia masih duduk di SMA. Setelah ia lulus SMA ia pun memilih kuliah dijurusan teknik sesuai dengan cita-citanya. Setelah ia lulus kuliah ia melanjutkan kerja. Kerjanya pun tidak langsung instan menjadi pegawai tambang. Namun ia melewati proses yang lumayan panjang. Dari awal dia kerja menjadi customer service di sebuah perusahaan taksi, lalu pindah kepabrik dari satu pabrik ke pabrik lainnya, pindah lagi di kontraktor, pindah lagi ke proyek-proyek lainnya hingga sekarang ia mampu mendapatkan cita-citanya menjadi pegawai tambang.

Itu bukanlah proses yang mudah. Sungguh.... aku merasakannya....

Saat ini, aku menyadari apa yang aku hadapi adalah sebuah proses yang panjang. Yang jika aku memang bersungguh-sungguh dan percaya kepada Tuhan-ku insyaallah akan menjadi hasil yang baik.

Aku memiliki sebuah cita-cita, namun aku sadar sepenuh hati bahwa aku tak akan mencapai cita-cita ku TANPA melalui proses yang panjang (dan kadang menyakitkan).

Aku tidak ingin tunduk kepada dunia, namun aku ingin menghadapi dunia dengan dada yang busung dan kepala yang tegak.

Terimakasih kepada dia yang telah mengingatkanku tentang proses dan mengingatkanku untuk tetap kuat menghadapi dunia.

Bismillah....,


Ingatlah kawan tentang cerita ini, ketika semangatmu mulai pudar....



-tyz-