Tampilkan postingan dengan label Curcol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curcol. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 September 2016

unidentification we are

I loved to make you shy.
Your cheekbones are making me overwhelmed.
Remember me when you pass this way.
Remember me when you listen this song.
I just try to make you know, Im here even thought u'll forget me (one day).

Word by word that you sent to me
makes me wanna jump over there
and give you a bunch of bomb.

When you leave the word behind me
without a single ring,
I see the empty wall.

Fluttering to start first
and now cant ended easily.

Arguing
but we embrace the same thing.
The joy we cant see,
the thing we cant touch.

This night.

Like the maze,
im following the star
and getting lost in every line that you throw to me.
You built your self
but you found me in the mirror.

Am I nothin' to you?


-tyz-
Inspirated by 5743e57 - uptown girl

Sabtu, 02 Januari 2016

Runaway

Lets runaway, for the day~~~

There is something stuck in my mind. About You.

Well, Allah sedang berbincang kepadaku sepertinya. Kemarin, ketika aku bangun tidur pada siang hari, hatiku tiba-tiba diliputi risau tak berkesudahan. Teringat laki-laki itu, laki-laki ini dan tesis. Rasanya sesak dan berdesakan ingin keluar melalui air mata. Tiba-tiba aku memiliki fikiran bahwa apa yang aku lakukan selama ini menjadi kacau dan runyam. Semua seperti berbalik menyerangku dan seolah-olah menyalahkan aku.

Tentang laki-laki ini. Laki-laki yang kutinggalkan demi laki-laki itu yang baru aku temui beberapa kali. Namun, berujung pula dengan jalur finish yang kami pilih dengan berat hati. Laki-laki itu pergi. Sakit? hanya sedikit. Namun, hal yang membuatku lebih sakit adalah perginya laki-laki itu dan aku belom bisa sepenuhnya move on dari laki-laki ini. HIngga saat ini.

Aku seperti wanita yang tak memiliki pendirian. Aku datang pada laki-laki ini. Menangis.

Aku lelah dengan semuanya. Sungguh. Hati yang terontang-anting kesana kemari. Aku ingin sudahi dan pergi dari semuanya. AKu ingin hanya 1 fokusku. Tesis yang harus segera selesai. Lalu melangkah untuk masa depan meninggalkan semuanya.

Bahwasanya, aku terlalu lemah yang bersandiwara seolah-olah aku kuat menantang badai. Padahal, angin bertiup sebentar pun aku bisa tumbang. Aku sembunyikan semuanya. Semua luka, tangis, sakit dari orang-orang disekitarku. Aku mencoba ragpopo.

Kawanku, sahabat kentalku mengatakan, 'Allah sedang mengujimu. Seberapa besar keimananmu terhadapNya. Seberapa lebar hatimu menerima rahmatNya yang luas.'. Lalu aku kembali berfikir. Bukankah aku yang memohon kepadaNya agar dijauhkan apa yang memang tidak baik untukku. Lalu, Allah menjauhkan laki-laki ini dan laki-laki itu. Ini sebuah jawaban dari permohonanku, mungkin. Sekarang, bagaimana caranya agar aku bisa fokus hanya pada tesisku. Aku tidak ingin memasukkan mereka dalam fikiran-fikiranku lagi. Aku ingin fokus pada masa depanku. Yang jelas itu adalah melewati tesis.

Huft....

Allah, bantu aku untuk fokus kepada tesis saja. Hal-hal selain tesis lebih baik pergi jauh. Kosongkan fikiranku dari hal-hal yang enggak penting dan sekiranya dapat mengganggu ketenangan batin dan ketentraman hati. Isi fikiranku tentang tesis, tesis dan tesis. Teguhkan hatiku untuk tesis, tesis dan tesis. Luluhkan dosen hamba ya Allah biar tesis nya lancar. Ammiiinnn....

Sekian.

Jumat, 01 Januari 2016

Pijar Semalam

Ini seperti mimpi.

Terus kubasuh wajahku dengan air dingin tanpa henti.
"Aku bermimpi." Ujarku terus menerus layaknya mantra.
Aku bermimpi namun aku tak ingin terbangun lagi.

Ketika jemari ini saling bertaut, lalu beradu mata pada satu tatapan yang teduh
Aku menyadari, ini bukan mimpi. Semburat merah mewarnai pipi ini.
Tidak menghiraukan seberapa banyak aksara yang keluar,
hingga lupa bagaimana oksigen bermain dalam tubuh yang segar.

"Aku menginginkannya."

Lalu, kita terlena pada satu waktu.
Dimana kita percaya itu milik kita. Dan hanya tentang kita.
Lengah pada gerbang-gerbang yang menjadi pijakan kita.

Kita inginkan waktu berlalu begitu cepat. Karena gelora yang mulai pekat.
Beradu pada denting-denting sepertiga malam terakhir. Tanpa jeda. Tanpa lelah.

Lalu, waktu seolah-olah luluh pada aksara yang terus berkutat pada ketulusan.
Sementara ia tengah menyiapkan sebuah pesta tak terduga untuk kita.

Seperti pendar yang berpijar.
Kembang api yang turut memberikan keindahan.

Terbalik. Berbalik.

Mungkin, seperti itulah kamu.

Bukan.

Seperti itulah kita.

Melesat jauh ke awang-awang.
Berpendar.
Berpijar.
Namun sesaat.

Lalu, redup.
dan jatuh.

Pada sisa-sisa aroma kertas terbakar,
Pada awang-awang yang menerima keindahan,
Lalu, pada tanah yang menerima sisa...

Kita. Usai.

Lalu, kembali menjadi mimpi yang indah semalam.


-tyz-
010116
In My Room

Senin, 15 September 2014

Bila ku jatuh cinta...

Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu...
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu


-tyz-

Minggu, 27 Juli 2014

Happy Iedul Fitri 1435 H

Pemilik Blog

DN Cahyaningtyas

Mengucapkan;

Minal Aidzin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Akhirnya Romadhon tahun ini terlewatkan juga. Walau rasanya berbeda dan beraaatttt banget, tapi karena kebesaran hati Allah SWT aku bisa melewatkan ujian dan sekaligus menikmati nikmat yang Allah berikan kepadaku.

Sungguh, Maha Besar Allah dengan segala KekuasaanNya.

-tyz-

Rabu, 28 November 2012

Oh Baiklah.... ini belum saatnya.!

Hei guys,

Masih ingatkah dengan kata-kata pepatah "Banyak jalan menuju Roma". That's right guys, emang banyak banget jalan menuju kota Roma tersebut. Mau melewati jalan udara, jalan darat atau mungkin mau berenang? Sok aja silahkan. Banyak jalan untuk menuju kota tersebut. Itu adalah sebuah kota yang indah kan? Kota terbesar di Itali itu benar-benar menggiurkan untuk dijelajahi setiap inchi-nya.

Well, Italia itu terlalu jauh guys. Jangankan Italia, yang deket aja aku belum tentu bisa menginjaknya apalagi menjelajahinya. Hahahaa

Sudahlah, kali ini aku sedang belajar untuk ikhlas. Mengikhlaskan apa yang menjadi rencana (dan keinginanku) hancur berkeping-keping karena aku sendiri. Aku ga akan menyalahkan siapa-siapa. Tapi aku menyalahkan diriku sendiri. Yah, karena aku yang memiliki keinginan besar (dan ke-penatan yang luar biasa) membuat emosiku naik-turun.

Aku merasakan penat yang benar-benar penat sekali. Aku ingin refreshing sejenak dari segala aktifitas yang lumayan menjenuhkan. Oh... okey, kali ini aku mengalami kebosanan yang amat sangat bosan. Dan aku membutuhkan sesuatu hal yang lain yang bisa me-refresh semuanya. Ah, entahlah apa itu...

Hmmmm, namun sayangnya, Allah belum mengijinkan aku untuk bersenang-senang dan melepas penat kali ini. Ya, mungkin aku musti bersyukur seperti yang dikatakan oleh ibuku. Kali ini aku hidup dikota wisata yang memiliki udara sejuk, dan merupakan bagian dari kota wisata. (Meskipun aku ga merasa untuk bisa berwisata disini). Hahahaaa

Oh baiklah Tyas, terima saja ini belum saatnya kau melepas lelah dan penatmu.

Dan untuk kalian teman-temanku. Liska, Mb Ian, Mb Laily dan yang lainnya. Maaf ya, emosiku kali ini sedang tidak bisa dikontrol. Masih butuh waktu sendiri untuk menenangkan gempa dihati. *Halah*

Tapi, aku harap kalian bisa mengerti aku saat ini. Heheheee

Maaf ya guys....


*pis* :D

Sabtu, 10 November 2012

Diam ta' selamanya emas.!

Pennnaaaatttttt bangggeetttt...!!!
Rasanya pengen teriak di tepi laut terus keluarin semua unek-unek aku. Benar-benar mengalami tingat kebosanan yang akut banget dan ketidaknyamanan yang ancur banget.

Aku mulai eneg sama semua kemunafikan yang ada. Rasanya mah pengen marah ama orang, kata-kata itu berjejal untuk keluar. Tapi aku ga tau musti ngeluarin ke siapa. Kerjaan disini makin random.

Kayaknya aku mah ga perlu cerita sedetailnya apa yang terjadi deh. Ga ada gunanya juga. Cuman dada ini rasanya naik-turun kalau ternyata ada kemunafikan yang beredar.

Jujur aku bertahan disini, jauh dari orangtua bukan karena keinginan. Tapi karena keharusan. Iya, harus bertahan disini untuk satu dan lain hal. Meskipun kenyamanan itu hilang, meskipun sekarang keadaan dengan berbeda dengan yang dulu, it's fine.!!!

Aku ga masalah mau dipimpin siapapun. Mau dia lebih muda dari aku, lebih tua atau anak bau kencur. It's oke.! Ga masalah. Hanya saja, komunikasi yang harus terus berjalan. Masing-masing dari isi kepala orang-orang yang disini itu berbeda-beda. Kalau ga di komunikasiin bagaimana bisa mengerti satu dengan yang lainnya.

Masing-masing punya keinginan begini dan begitu. Masing-masing punya masalah ini dan itu. Masing-masing punya niat dan pemikiran yang berbeda. Tanpa komunikasi, kita berjalan seperti robot.!

Kita tak bisa egois untuk menuntut orang-orang mengerti keadaan dan kondisi kita apalagi tanpa komunikasi. Sepertinya ga cukup hanya dikatakan saja aku begini dan aku begitu dan orang lain harus mengerti karena aku yang begini dan yang begitu. Bullshit.!

Kita harus saling mengerti satu dengan yang lainnya. Harus saling membuka hati untuk yang terjadi antara keinginan dan kenyataan. Bukan menuntut untuk mengerti dan mengerti.

Ahhh, entahlah....

Yang jelas, hidup di dunia ini ga sendirian. Buat temen-temen seperjuangan juga please jangan egois. Kita itu saling membutuhkan jadi alangkah lebih baik kalau kita hempaskan egois kita dan mari membuka lembaran baru.

Diam itu ta' selamanya emas, namun terlalu banyak bicara juga ta' membuatmu terlihat cerdas.

Sekian.